Profil Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Menteri Kesehatan yang Baru Budi Gunadi Sadikin

profil menteri kesehatan

daron.info – Indonesia memiliki dua Menteri Kesehatan dalam kurun waktu tidak sampai 2 tahun. Nama dokter Terawan sepertinya sudah tidak begitu asing di telinga masyarakat sebab beliau sering menangani para tokok negeri seperti pejabatan, politisi hingga selebriti.

Dokter tentara yang lahir di Yogyakarta, tanggal 5 Agustus 1964 ini juga sempat menjadi bahan perbincangan ketika mengenalkan terapi cuci otak untuk para penderita stroke.

Dibawah ini akan diulas mengenai jejak perjalanan dokter Terawan beserta kontroversinya.

  1. Menjadi Dokter di Usia Muda 

Dokter Terawan sendiri lulus dari Fakultas Kedokteran Gadjah Mada di umur 26 tahun. Setelah itu beliau melanjutkan pendidikan ke Departemen Spesialis Radiologi Universitas Airlangga Surabaya. Kemudian beliau meneruskannya ke program doktor di Universitas Hasanuddin di tahun 2016.

  1. Kontroversi Terapi Cuci Otak atau Brainwash 

Pertengahan tahun 2020 nama dokter Terawan menjadi banyak diperbincangkan, sebab saat ini beliau memperkenalkan metode kesehatan cuci otak yang diklaim bisa mengobati orang yang mengalami stroke. Pada saat itu dokter Terawan mengaku metode tersebut memperlihatkan hasil yang bagus pada pasien.

  1. Dianggap Melanggar Kode Etik dari IDI 

Kontroversi dari terapi Digital Subtraction Angiogram (DSA) atau biasa disebut metode cuci otak untuk pengobatan penyakit stroke yang berujung terjadinya pemecatan sementara untuk beliau dari Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK). Ketua MKEK sendiri menyatakan bahwa pihak MKEK tidak mempermasalahkan metode terapi cuci otak tersebut.

profil menteri kesehatan

Namun yang menjadi masalah yakni soal kode etik yang dilanggar. “Kami bukan mempersoal kan metod brain wah terhadap penyakit strok, melainkan sumpah dokter yang sudah dilanggar oleh beliau,” Pangkas dr Prijo Pratomo, Sp. Rad selaku ketua MKEK.

  1. Tangani Pasien Stroke Sejak Tahun 2005 

Dokter Terawan mengaku telah menerapkan terapi cuci otak untuk upaya mengobati penyakit stroke dari tahun 2005. Dia menyebutkan sekitar 40.000 pasien yang sudah ditangani. Selain itu, beliau menyatakan tidak ada komplain yang ia terima dari masyarakat sehingga menjadi alasan bahwa metode yang dia lakukan sangat ampuh untuk diterapkan.

  1. Karir Dokter Terawan

  • Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Indonesia
  • Ketua World International Committee of Military Medicine
  • Ketua ASEAN Association of Radiology
  • Tentara Indonesia
  • Dokter Indonesia (1990)
  • Tim Dok­ter Kepresidenan Indonesia (2009)
  • Kepala RSPAD Gatot Soebroto Indonesia (2015)
  • Akademi Ilmu Pengetahuan Yogyakarta (AIPYo) Yogyakarta, Indonesia (2016)
  • Menteri Kementerian Kesehatan (2019-2020)
  1. Pendidikan Tertinggi

  • S1, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta
  • S2, Spesialis Radiologi. Universitas Airlangga (Unair), Surabaya
  • S3, Doktor Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar

Baca Juga : Vaksin Covid-19 di Beberapa Negara Dunia

Profil Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin 

Presiden Joko Widodo telah menunjuk Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri kesehatan yang baru pada tanggal 22 Desember 2020. Budi sebelumnya merupakan Wakil Menteri BUMN, yang akhirnya ditunjuk presiden untuk menggantikan posisi menteri kesehatan saat itu yang dipimpin oleh Terawan Agus Putranto.

Beliau sebelumnya juga telah dipilih sebagai Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi. Satgas ini merupakan bagian penanganan Covid-19 serta Pemulihan Ekonomi Nasional.

Jejak karir Budi sebagai wakil menteri BUMN sudah tidak diragukan lagi. Beliau pernah memegang perusahaan BUMN PT Inalum serta CEO Bank Mandiri. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai perjalanan karir Budi Gunadi, simak ulasan dibawah ini.

  1. Merintis IBM Asia-Pacific HQ, Tokyo, pada 1988

Budi Gunadi Sadikin lahir pada bulan mei 1964 mendapatkan gelar fisika nuklir dari program di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1988. Beliau juga memperoleh gelar pendidikan ekonomi dari studi di Washington University, Amerika Serikat.

Budi mengawali IBM Asia-Pacific HQ, Tokyo pada tahun 1988, lalu balik ke Indonesia dengan jabatan sebagai System Integration and Professional Services Manager IBM Indonesia pada tahun 1994.

  1. Mengisi Berbagai Macam Jabatan Strategis

Jejak karir Budi Gunadi sangat luar biasa, sudah banyak posisi jabatan yang telah diembannya dan semuanya berujung mulus. Beliau juga dipercaya untuk mengisi posisi seperti Chief General Manager wilayah Jakarta, General Manager Banking serta Chief General Manager untuk bidang sumber daya manusia di Bank Permata.

Tidak hanya itu, beliau pernah menjabat sebagai , Consumer and Commercial Banking, Senior Vice-President Director, ABN AMRO Bank Indonesia dan Malaysia sampai tahun 2004.

  1. Menjabat Sebagai Staf Khusus di Menteri BUMN

Setelah melepas jabatan sebagai Dirut Bank Mandiri, beliau langsung diangkat sebagai staf khusus menteri BUMN. Kemudian di tahun 2017 Budi Gunadi lagi-lagi harus melepas jabatannya sebagai staf khusus, karena beliau dipilih sebagai Dirut PT Inalum yang ditunjuk oleh Menteri BUMN saat ini yakni Rini Soemarno.

  1. Menjadi Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)

Presiden Republik Indonesia yakni Joko Widodo turut memilih Budi sebagai Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi. Pada daftar Komite baru tersebut Ketua Pelaksananya adalah Menteri BUMN yaitu Erick Thohir. Budi mengatakan bahwa ia diberi tugas untuk memastikan pergerakan ekonomi pada fase pandemi Covid-19, yang pada akhirnya berujung penunjukan sebagai menteri kesehatan yang baru.