Berikut Cara Mencegah Asam Lambung Naik Saat Puasa

asam lambung

Penyakit asam lambung memang mengganggu aktivitas, terlebih saat sedang puasa seperti sekarang ini. Penyakit ini biasanya ditandai dengan kondisi dada yang terasa sesak serta terbakar. Jika Anda mengalami hal seperti itu, bisa jadi memang sedang mengalami asam lambung. Kendala asam lambung memang tidak menyenangkan, karena menggangu aktivitas selama puasa. 

Kondisi tersebut terjadi karena otot bagian katup bawah esofagus yang melemah serta mulai kendur yang seharusnya bagian otot tersebut menutup. Ketika produksi asam lambung tidak terkendali, akibatnya asam lambung menjadi naik. Jika keadaan terseby terjadi berulang kali, bahkan seminggu lebih dari tiga kali, bisa jadi Anda sedang mengalami gangguan refluks asam lambung atau yang biasa dikenal dengan GERD.

GERD ini menimbulkan keluhan seperti rasa panas yang membakar bagian dada maupun tenggorokan. Namun ada beberapa kasus asam lambung dengan tidak disertai gejala tenggorokan terbakar. Ketika sedang puasa, gejala asam lambung bisa ditandai dengan batuk yang kering, asma dan mulai sulit ketika menelan makanan. 

Cara Mencegah Kenaikan Asam Lambung Ketika Puasa

1. Mulai batasi konsumsi makanan pedas dan asam

Makanan seperti anggur, tomat, jeruk serta cuka termasuk dalam makanan yang bersifat asam. Jenis makanan tersbut bisa memicu produksi asam berlebih dalam tubuh. Hal ini sama seperti ketika Anda mengonsumsi jenis makanan pedas seperti cabai dan juga lada. Kedua jenis makana tersebut juga bisa memicu produksi asam berlebih. Dengan demikian, segera batasi jumlahnya sehingga asam lambung Anda tetap terkendali ketika sedang menjalani ibadah puasa. 

2. Perhatikan jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi

Untuk mencegah asam lambung naik ketika sedang menjalani ibadah puasa yaitu dengan mengurangsi asupan makanan tinggi lemak dan minyak. Jenis makanan seperti burget, cokelat, dan juga mint sebaiknya Anda hindari ketika sedang puasa. 

Selain itu jenis makanan seperti soda, kopi dan teh juga penting Anda kurangi. Pasalnya jenis minuman tersebut bisa membuat otot katup esofagus menjadi mengendur yang akhirnya membuat asam lambung naik.

3. Makan dalam jumlah sedikit

Selain jenis makanannya, besaran porsi makan juga memberikan pengaruh dalam kenaikan asam lambung. Sekalipun Anda sangat lapar karena puasa dan beraktivitas, namun jangan makan dalam jumlah yang berlebih. 

Mulailah makan dalam jumlah yang sedikit terlebih dahulu, kemudian mulai tingkatkan frekuensi makannya. Cara makan seperti ini akan menghindarkan tubuh dari jumlah asam lambung berlebih.

4. Makan secara perlahan

Terkadang ada beberapa hal yang membuat makan menjadi terburu-buru, seperti sahur di waktu dekat dengan imsyak. Makan dengan buru-buru menjadikan makanan susah untuk dicerna. Hal ini yang akhirnya membuat produksi asam lambung menjadi naik juga. 

Ada beberapa hal yang bisa dicoba supaya bisa makan dengan perlahan seperti:

  • Biasakan makan sahrus tidak dekat dengan waktu imsyak sehingga Anda tidak buru-buru saat makan.
  • Jangan makan ketika posisi sangat lapar, sebaiknya makan sebelum benar-benar kelaparan.
  • Pastikan makanan dalam keadaan lumat sebelum akhirnya ditelan. Beberapa sumber menyebutkan setidaknya mengunyah makanan selama 20 detik supaya makanan benar-benar bisa dilumat.
  • Mulai makan dengan suapan yang kecil terlebih dahulu. 

5. Buat menu sahur dan buka di rumah

Membuat hidangan dirumah ternyata memiliki kelebihan dibandingkan harus membeli di luar. Ketika memasak di rumah, Anda akan mengetahui proses pembuatan makanan dengan jelas. Bukan hanya itu saja, menyiapkan makanan sendiri membuat Anda bisa menentukan porsi makan dengan tepat.

Dengan demikian ketika Anda memilih buka di luar, penting untuk memperhatikan jenis menunya. Memilih sup kaldu, daging putih dan sayuran bisa menjadi pilihan tepat untuk mencegah asam lambung naik. Selain itu, ketika Anda memilih makanan penutup pastikan untuk tidak memilih jenis makanan yang manis atau asam, ini supaya asam lambung Anda tetap terjaga. Hindari juga makanan yang terlalu pedas karena bisa memicu produksi asam lambung berlebih. 

6. Hindari berbaring setelah makan

Posisi duduk menjadikan adanya gaya gravitasi sehingga membantu makanan turun. Sebaliknya saat lambung penuh dan memilih berbaring menjadikan isi dalam lambung naik sehingga melewati bagian bawah esofagus. Ini bisa menimbulkan refluks. 

Sebaiknya Anda menunggu kurang lebih 2 sampai 3 baru tidur atau berbaring. Untuk mengurangi asam lambung naik, Anda bisa memilih posisi dukuk menghadap ke kiri. 

7. Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi

Ketika tidak ada gaya grafitasi maka bisa membuat terjadinya penekanan di isi lambung yang membuatnya naik. Anda bisa menaikkan posisi kepala untuk mengurangi terjadinya penekanan. Namun jika sudah terlanjur naik, Anda bisa mengonsumsi obat pereda asam lambung. 

Pastikan memilih jenis obat yang tepat, dan Anda bisa melakukan konsultasi terlebih dahulu juga dengan dokter sebelum mengonsumsi obat untuk menurunkan asam lambung.