Apa Fungsi Internal Link?

internal link

Dalam mempelajari teknik SEO, Anda akan dikenalkan dengan internal link yang memiliki fungsi penting dalam optimasi blog atau website. Internal link sebenarnya teknik yang sudah lama digunakan, namun sejauh ini masih cukup relevan untuk diterapkan. Mempelajari SEO memang hingga menunjukkan hasil yang maksimal memang tidak mudah, karena waktu yang dibutuhkan untuk mencapainya cukup lama. 

Internal link sangat dibutuhkan pemilik website ketika melakukan praktek SEO, supaya pembaca bisa mengetahui bahwa ada artikel lain yang memiliki pembahasan serupa dengan artikel yang sedang dibacanya. Nah, inilah trik yang digunakan dalam SEO untuk membuat pembaca berlama-lama dan lebih nyaman di dalam website Anda. 

Jadi, Apa itu Internal Link dan Fungsinya dalam SEO?

Seperti namanya, internal link merupakan sebuah link yang disisipkan dalam konten website, dan jika diklik akan mengarahkan pengunjung website pada halaman lain yang isinya masih berkaitan (masih dalam satu website). Atau pengertian simpelnya adalah artikel yang saling terhubung dengan artikel lainnya melalui sebuah link. Nah, cara ini biasanya digunakan untuk mengurangi bounce rate website Anda. 

Jika Anda sedang mempelajari SEO, tentu mengerti betul pentingnya nilai bounce rate bagi sebuah website. Bounce rate yang kecil menandakan website Anda berkualitas, dan inilah salah satu faktor yang dinilai Google. Semakin lama pengunjung membaca artikel Anda, maka nilai bounce rate akan berkurang. Sedangkan jika bounce rate semakin tinggi, itu mengartikan bahwa artikel yang sudah dipublish kurang menarik dan bosan untuk dibaca. Pengunjung yang sudah merasa bosan tentu tidak akan memberikan backlink ataupun komentar, karena langsung pergi meninggalkan blog atau website tersebut. 

Nah, internal link dalam SEO sangat penting, karena nantinya membantu Google memahami struktur website secara keseluruhan sekaligus mengindeksnya. Website yang sudah diindeks oleh Google tentu akan lebih mudah berada di posisi pertama hasil pencarian search engine, bukan? Tentu dengan catatan teknik SEO lain juga sama-sama diterapkan pada website yang Anda miliki. Begitu pula sebaliknya, jangan berharap peluang mendapat rangking atas bisa tinggi jika Google saja masih bingung memahami blog Anda. 

Nah, supaya internal link dapat memberikan manfaat penuh kepada website, ada beberapa hal yang harus dilakukan sebelumnya, yakni:

  1. Tulis banyak konten menarik.
  2. Sisipkan halaman relevan pada link.
  3. Menambah keyword di anchor text.
  4. Dua halaman yang berbeda sebaiknya tidak menggunakan anchor text yang sama.
  5. Masukkan link ke halaman penting dalam blog.
  6. Menggunakan link dofollow.
  7. Gunakan internal link se-idealnya dan jangan terlalu banyak. 

Jika dari informasi di atas Anda sudah memahami pengertian internal link, tentunya manfaat dari penggunaan teknik ini dalam SEO sudah bisa dimengerti. Semakin sering pengunjung mengakses halaman website, maka semakin baik pula penilaian mesin pencari (Google) terhadap blog Anda. Nantinya, halaman artikel dan blog yang dibuat akan lebih banyak diindeks oleh Google. Dan hal ini akan memberikan dampak baik pada posisi blog di hasil pencarian pengguna search engine, karena lebih sering munculnya. 

Bagaimana dengan Cara Mengoptimalkan Internal Link di Website?

Untuk mengoptimalkan penggunaan internal link, ada beberapa cara yang dapat dilakukan pemilik website, berikut ini diantaranya:

1. Konten yang Dibuat Saling Terkait

Langkah paling penting dalam mengoptimalkan penggunaan internal link sekaligus menjadi langkah pertama adalah membuat konten yang saling berkaitan atau masih dalam satu topik pembahasan. Anda tidak bisa memasang internal link apabila tidak memiliki konten yang diunggah pada website. Dengan kata lain, Anda bisa memasukkan banyak internal link jika konten yang diunggah juga banyak. 

Meskipun disuruh membuat konten yang banyak, bukan berarti Anda dapat membuatnya secara asal-asalan ya! Ingat bahwa konten yang dibuat masing satu topik atau saling berhubungan, sehingga internal link dapat dipasang. Sebagai contoh, konten yang dibuat akan membahas tentang “Cara Merawat Laptop Biar Tidak Cepat Rusak”. Nah, tentu tidak pas jika dalam konten tersebut Anda pasang link menuju artikel “5 Cara Mudah Mengajukan Pinjaman Online”.

Oleh sebab itu, konten yang dibuat harus berkualitas dan pastikan Anda konsisten melakukannya. Semakin banyak artikel website yang saling terhubung, maka semakin banyak pula internal link yang bisa dipasang kedepannya. Untuk menentukan konten apa saja yang bisa dibuat, Anda bisa mencari tahu dengan cara melakukan riset keyword akurat.

2. Sisipkan Halaman Relevan pada Link

Anda dapat menyisipkan halaman relevan pada link yang dipasang untuk meningkatkan kemungkinan pembaca mengklik halaman tersebut. Jumlah klik halaman juga dapat menunjukkan tinggi rendahnya tingkat engagement pengunjung website Adda. Dampaknya, mesin pencarian akan memandang kalau internal link yang disisipkan pada halaman tersebut tidak sesuai sehingga akan memperburuk SEO. Maka dari itu, pasanglah halaman relevan pada link yang disisipkan agar dapat mendorong pengunjung website berlama-lama membaca konten Anda. 

3. Memvariasikan Anchor Text

Tidak semua kalimat yang Anda tulis dapat disesuaikan dengan anchor text. Jadi, di setiap kontennya Anda tidak dapat memasukkan anchor text yang sama. Maka dari itu, coba variasikan anchor text dan buat senatural mungkin.

Nah, itulah beberapa cara optimasi internal link ketika menerapkan SEO di website. Selain itu masih ada cara optimasi lain yang akan dibahas di lain kesempatan. Selamat belajar.